Cinta mulai berkembang

Share this history on :
Cinta mulai berkembang, dan baunya merebak kemana-mana (hahai...!)
Wah kayaknya jarang nih yang tau akan ini. Mesti setelah di tayangkan. Kujamin langsung memlengoskan kepala, badan, otak, dll. Kecuali, mereka kepaksa karena tak enak sama temen (Hahaha..pengalaman, pengalaman).
Aku tak tanya dulu.
kamu suka wayangan?gending jawa?ketoprak?kitab serat centhini mungkin?atau babad tanah jawa?apa seneng tari gambyong?jawab dong. (hehehe...)

Hmm...capek deh. Pilih satu saja!ok?anak muda sekarang mah, suka yang gaul (katanya sih!). dugem, atau clubbing (sama gak sih, dugem sama clubbing?). jadi, yang seperti wayangan, gending jawa, tarian jawa itu katanya sudah kuno. Bukan jamannya. Susah memang.
Untuk itu kita harus berani dengan dunia sekarang, apa lagi aliran globalisasi yang nggak ketulungan ini. Sepertinya untuk mendukung budaya selain kita, obat mujarab yang harus digandeng dan paling vital iyalah para pelaku bisnis atau pengusaha. Sejauh ini baru djarum art yang kulihat rela mensponsori berbagai kegiatan budaya. Karena dengan pelaku bisnis itu semua akan terexplore. Kan sekarang jamannya ikut-ikutan. Sana a, sini ikut a. Di sana b sini ikutan b. Dengan itu semua semoga bisa. Atau dari orang tua bisa juga memupuk anak supaya suka dengan budaya kita.
Jujur aku awalnya ilfill sama dengan yang namanya wayangan, ketoprak atau tari jawa. Tapi, itu semua sirna setelah bapakku menyetel lagu jawa disetiap kita pergi kemana-mana. Kan dimobil ada tape tuh, nah disitu nyetel kasetnya. Pertama, sih “lagu opo iki?jan. marake sumpek!”. Tapi karena setiap pergi menyetel itu terus. Jadinya aku yang awalnya benci, ilfill bahkan muak dengan itu. Sekarang jadi kasmaran. Pernah aku nyetel gending jawa keras-keras waktu malam hari, aku dimarahin penuh-penuhan. Ternyata dia takut terhadap gending/klening, dan gamelan yang dialunkan (hihihi..ada-ada saja).
Jadi, cintai budaya kita dulu sebelum cinta budaya orang lain.ok!
 

Melek Info Dong! Design by Insight © 2012